pns dngn mryang gmbira…

kisah kasih PNS ceria

Bersenang-senang dahulu, party kemudian! Mei 12, 2009

Filed under: Blog Ndableg! — kringetdingin @ 6:05 am

Saya sangat mengerti bahwa banyak orang mengincar pekerjaan sebagai Pegawai Negri. Dahulu saya tidak pernah kebayang bahwa saya akan bekerja sebagai abdi negara, tapi dasar nasib yang membuat saya akhirnya menjadi abdi negara dodol, bermula dari penempatan CPNS saya di Padang.

Ya, saya tidak memungkiri bahwa saya memang mengikuti segala persyaratan untuk menjadi calon pegawai negri, pada saat ada pengumuman dan saya mendapatkan penempatan di Padang, saya cukup syok. Ini artinya saya harus berada jauh dari keluarga, dari anak dan suami. Wah… panic attack! Tapi setelah saya berkonsultasi dengan beberapa pihak dari keluarga, mereka menyarankan saya untuk mengambil saja penempatan di Padang tersebut, dengan alasan, nanti bisa dimutasi, mengikuti suami, sekarang berkorban dulu… bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Karena pemerintah memutuskan bahwa semua CPNS adalah orang-orang kaya dengan harta berlimpah cukup buat tujuh turunan, jadi mereka semua bisa membeli tiket pesawat kapan pun mereka mau, yang penting besok udah sampai Padang. Saya sempat bertanya ke orang kepegawaian di instansi yang menerima saya, apakah biaya saya ke Padang akan ditanggung oleh departemen, jawabannya, yah.. biaya sendiri… itu kan pengorbanan, bersakit-sakit dahulu lah… Ah pengorbanan… saya cukup sebal mendengar kata-kata itu, so far saya terus yang berkorban, mereka tidak. Toh, akhirnya saya tetap terbang ke Padang dengan biaya sendiri.

Sesampainya di Padang, mereka menyambut dengan baik, atau basa-basi aja? Saya bertanya lagi, apakah disini saya disediakan mess atau tempat tinggal? Jawabannya, yah… cari sendiri kamar kost… berkorban dulu laah… What?? Berkorban lagi? Bahkan berkorban Idul Adha aja cuma sekali setahun, kenapa saya harus berkorban banyak banget buat suatu instansi pemerintah yang mustinya lebih memperhatikan pegawainya… Untung ada PNS lama yang bersedia menampung kita untuk sementara, jadi saya dan kawan saya Rita, yang juga CPNS baru di Padang bisa menumpang di rumahnya. Ini bukan saya saja yang berkorban, sekarang yang ngasih tumpangan pun harus berkorban rumahnya untuk ditinggalin mahluk brisik macam saya dan Rita.

Sembari numpang di rumah orang itu, saya mencari-cari rumah kontrakan untuk saya dan Rita, sampai akhirnya saya menemukan rumah yang cocok, cuma harga nya agak mahal, dan lokasinya di kawasan yang notabene elit, soalnya dulu, pak direktur yang lama pernah tinggal di daerah itu juga. Disini mulai lagi lah kata-kata mutiara dituturkan oleh para senior yang mengacaukan kehidupan saya yang penuh dengan kegembiraan ini… “CPNS sekarang yaa… ngontrak rumahnya mewah… kalau dulu bersakit-sakit dulu…”

Tentu saja saya sudah terlanjur budeg dengerin gosip-gosip gak penting seperti itu, jadi saya tidak perduli. Lagian kalau dipikir, ini kan gw berkorban juga supaya mendapatkan rumah yang layak, pake duit gw pula… Mana belum digaji, emang gw bisa bayar kontrakan pake kolor?? Bagi yang belum tahu pengorbanan apalagi yang harus dilakukan seorang CPNS, CPNS mendapatkan gaji setelah bekerja sekitar dua bulan atau lebih, biasanya karena SK dari pemerintah baru keluar setelah itu, jadi gaji dibayar setelah SK keluar, dan gaji kami akan di rapel. Untuk golongan IIIa seperti saya gaji pokoknya sekitar sekitar 1.6 jt, dan CPNS hanya dibayar 80% nya. Jadi bayangkan saja… Untung saya sudah menikah, jadi suami masih bisa mensubsidi. Tapi itu berarti suami saya juga harus membantu pengorbanan saya…dan tentu saja pak direktur juga dengan santai dan tanpa malu bilang, “Emang jadi PNS itu sepuluh tahun pertama penuh pengorbanan, kamu minta duit dari suami kamu dulu yaa…”
Bused deh… ini orang gak ada malunya, nyuruh gw melarat selama sepuluh tahun, dimana-mana orang tuh kerja biar seneng bukan untuk melarat. Bener-bener bikin erosi jiwa!

Sekarang datang kabar buruk lagi dari KPPN, katanya setelah kita bekerja 3 bulan tidak digaji, akhirnya digaji, tapi rapelnya cuma dua bulan. Hahaha…. Lucu ya… sekarang KPPN nyuruh para CPNS super gaya ini berkorban untuk mereka dengan bekerja satu bulan gak digaji. Emangnya mereka pernah mikirin ya berapa duit yang bakal dikeluarin untuk biaya pengobatan mental gue karena harus jauh dari keluarga. Dan jawabannya adalah ini pengorbanan jadi CPNS. Harus bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Cih.

Di rumah kontrakan saya dan Rita, saya mulai mengisi dengan beberapa barang-barang, seperti TV, DVD player, dan rice cooker. Tentu saja kami sudah membeli kasur dan bantal.. Rumah ini besar, kalau kami berbicara masih bergaung karena masih kosong… Saya gak tau kapan rumah ini akan terisi, saya sudah merencanakan membeli Kompor, Kulkas, Kipas Angin, bayar cicilan kontrakan (sukur-sukur masih nyisa buat beli AC dan dugem lah minimal.. hehe) dan sepertinya uang rapel 2 bulan yang akan saya terima itu langsung habis. Yah.. inilah pengorbanan jadi CPNS, supaya bisa bersenang-senang dahulu party kemudian!

 

2 Responses to “Bersenang-senang dahulu, party kemudian!”

  1. aditya_winarso Says:

    kasian bgt sih Nasib PNS yg satu ini …………
    kanya banyak bgt pengorbanannya

    CAHYO kamu hrs berjuang lebih utk mendpt satu tujuan

    Kata2 terakhir dari g….”kacian deh lokh……”
    hihhihihihihihihihihihihihih

  2. Rio Pranoto Says:

    semoga aja lo bisa cepet dugem… lhooo?!?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s