pns dngn mryang gmbira…

kisah kasih PNS ceria

Ketika Teman Tertawa di atas Deritamu… April 15, 2011

Filed under: Blog Ndableg! — kringetdingin @ 10:35 am

Akhirnya saya menyerahkan permohonan mutasi secara resmi dan tertulis. Saya pikir mustinya semua akan baik-baik saja, sampai akhirnya saya menyadari bukan ibu Kapusdiklat yang akan menjadi masalah, tetapi teman saya sendiri. Kalau dia menganggap saya sebagai teman… Karena kalau sekarang jelas saya sedang sakit hati tingkat tinggi.

Susahnya mendapatkan SDM yang mau ditempatkan di daerah membuat bapak kepala instansi agak2 susah melepaskan para PNS yang ingin dimutasi, namun beliau sepertinya mengerti keadaan saya yang harus berjauhan dari suami dan anak, begitu pun semua orang disini, kecuali satu orang, satu orang yang selama ini saya anggap sebagai sahabat baik, dengan santainya juga mengajukan mutasi di saat yang bersamaan.

Kalau memang mainnya fair, saya gak masalah, silahkan bapak kepala instansi memilih siapa yang lebih berhak di lepas duluan, saya yang jauh dari suami dan anak, atau laki2 lajang yang jauh dari orang tua?

Tapi tentu saja saya langsung kalah sebelum bersaing, ketika pak kepala lebih memihak si laki2 lajang karena dia di ‘backing’ oleh ‘orang kuat’ di pusat. Pak kepala bilang ada ‘tekanan’ dari pusat, dan saya disuruh sabar… sedangkan si laki2 lajang itu bisa tertawa2 diatas kesabaran saya??

Lebih hebat lagi, si laki2 lajang ini dengan santainya tidak merasa bersalah, malah dengan sadis berkata “emang kalau gue mau mutasi harus lapor ke dia? (saya, maksudnya)”

Sepertinya si ‘sahabat’ ini nggak ngerti maksud saya ketika memohon untuk tidak bersama-sama mengajukan mutasi.

Gampangnya gini, dia itu kan ‘backing’ nya kuat, dia minta mutasi hari ini, bulan depan juga udah bisa di pindahin kemana pun dia mau…
Lah saya?? saya punya siapa?? Saya gak punya oom orang penting di itjen atau kenal dekat dengan sekjen, atau puluhan sodara lainnya di pusat. Dan sekarang saya harus ‘mengalah’ membiarkan dia mutasi duluan.

Weleh… berapa lama lagi saya harus disini? Berapa lama lagi saya harus mendengar anak saya nangis di telpon sambil teriak2, “Mamaaaa kamu gak sayang aku lagi yaaa????”

Gak mungkin sepertinya pak kepala membiarkan kami berdua lolos, jadinya bedol desa donk? Bisa2 pak kepala di bantai sama eselon 2 nya… kasihan dia…

Ya sudahlah… mungkin Tuhan punya jalan yang berbeda…

Mungkin Tuhan sudah menunjukan ke saya kalau yang namanya sahabat itu belum tentu baik…

 

One Response to “Ketika Teman Tertawa di atas Deritamu…”

  1. diyah Says:

    yg namanya sahabat pastinya org yg baik. kl dia bukan org yg baik apa bisa dibilang sahabat?? yg sabar y mbaaaa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s