pns dngn mryang gmbira…

kisah kasih PNS ceria

Hutang Budi… November 8, 2011

Filed under: Blog Ndableg! — kringetdingin @ 2:46 am

Pernah gak mikir kenapa namanya hutang budi, padahal kan yang ngutang bukan si Budi… Baru mulai kok udah gak penting…😀

Kenapa tiba2 saya mikirin tentang hutang budi ini karena beberapa saat yang lalu saya sempat terdiam, terpana, dan terbingung tentang hutang budi ini.

Alkisah saya mempunyai teman.. sahabat lah… yang sedang akan ujian
trus saya memberikan semangat dan do’a saya… yah dengan sedikit bingkisan sih, itupun bukan apa2, cuma kue doang. Sangat standard lah… Belum ngirimin mobil atau akta hak milik rumah :p

Entah kawan saya ini jarang menerima kebaikan dari orang, entah saya yang terlalu baik menurut dia, dia tiba2 mengatakan untuk tidak usah memberikan apa-apa ke dia karena takut hutang budi. Tuh kan si Budi ini emang bikin ribet aja…

Pertama kali saya dengar kata hutang budi ketika saya masih kelas 2 SD, salah satu tetangga saya, yang sampai sekarang masih bersahabat baik dengan saya, sering diberikan tumpangan ke sekolah bareng mobil papa saya.

Tidak ada satupun orang dari rumah kami merasa keberatan dengan ‘penebengan’ teman saya itu, saya malah senang karena kan ada teman ngobrol sepanjang jalan yang lumayan menyita waktu… Lagian, kami kan satu sekolah, satu kelas pula…

Pada pada suatu hari, mama teman saya ini melarang kawan saya untuk ikutan mobil papa saya lagi, alasannya, “Takut hutang budi”. Sebagai anak kecil yang belum mengerti apapun, saya tentu saja gak ngerti maksud dari si mama teman saya ini… Saya hanya dengan polos menyampaikan apa yang si mama teman sampaikan ke saya ke mami saya… kata si mami, “Kalau menolong orang itu gak usah pake dipikirin bakalan dapat balesan apa, kalau sahabat itu gak pernah itung-itungan.. apalagi pake utang-utangan…”

Sejak itu saya selalu mikir, kalau emang saya memberikan suatu kebaikan, saya tidak mau mengharapkan apapun dari seseorang itu… Kalau saya sudah dengan ikhlas memberi, kenapa dia harus meragukan keikhlasan saya? Bukankah sahabat harusnya saling percaya satu sama lain?

Terus terang, saat teman saya yang saya kasih kue itu mengatakan hal tersebut, saya sedikit merasa tersinggung, kenapa?

Apakah saya terlihat seperti orang yang memberi dan mengharapkan sesuatu kembali?

Segitu rendahkah saya di mata dia? Apakah orang-orang sekarang sudah sangat skeptis cara berfikirnya sehingga setiap ada kebaikan yang diberikan semacam menjadi “udang di balik batu”.

Cuma bisa beristighfar aja sih… smoga pikirannya bisa sedikit terbuka, bahwa gak semua orang itu menolong dengan pamrih.

Andai dia merasa itu adalah suatu hutang budi, saya gak mau itu dibayar ke saya, cukup di bayar kan dengan melakukan kebaikan ke orang lain dengan ikhlas… dan saya anggap lunas.

 

2 Responses to “Hutang Budi…”

  1. Rio Says:

    gw jg takut hutang budi, soalnya si budi ngutang ama preman n mafia hehee :p

    mungkin seseorang itu kurang begitu suka diberikan kue, semangat dan doa… jd dia menolak secara halus dgn mengatakan takut hutang budi… ini mungkin lhoo…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s