pns dngn mryang gmbira…

kisah kasih PNS ceria

Politik Phytagoras Desember 21, 2011

Filed under: Blog Ndableg! — kringetdingin @ 2:51 pm
Tags: , ,

Originally posted on on Wednesday, 2 September 2009 at 09:37
===

Sewaktu kita masih duduk dibangku SMP kita diperkenalkan dengan dalil Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa (sisi miring) dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).

a^2 + b^2 = c^2

Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena dia lah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.

Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur. Dia juga percaya dengan keindahan matematika, karena menurut Phytagoras segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan.

Phytagoras juga percaya bahwa harmoni terjadi berkat angka. Bila segala hal adalah angka, maka berarti segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam hubungan yang proporsional dan teratur. Karena itu angka-angka tersebut dapat membentuk sesuatu menjadi harmonis, seimbang. Dengan kata lain keseimbangan, tata tertib dan harmoni tercipta lewat angka-angka.

Dari Pythagoras juga kita memperoleh pelajaran bahwa jawaban untuk suatu masalah dalam ilmu pengetahuan dapat membuka kemungkinan munculnya pertanyaan-pertanyaan baru. Untuk setiap pintu yang kita buka, kita akan menemukan pintu tertutup lain di belakangnya. Pada akhirnya pintu-pintu ini juga akan dibuka dan kita akan menemukan jawaban dalam dimensi pemikiran yang baru.

Kelemahan doktrin Pythagoras adalah tidak hadirnya angka nol dalam dasar pemikirannya. Hal ini wajar karena menurut kamus Yunani angka nol itu tidak ada atau tidak dikenal. Menggunakan angka nol bahkan dianggap melanggar hukum alam, karena nol itu sama dengan tidak dijumpai dalam fenomena alam.

Selain filsuf dan pakar matematika, Phytagoras juga pemimpin sebuah mazhab yang disebut Phytagorean, campuran antara mistisisme dan sains. Mazhab ini punya pandangan bahwa ada tiga jenis manusia di dunia. Pertama, orang-orang yang datang untuk membeli dan menjual. Kedua, para aktor pemain. Ketiga, para penonton. Pandangan ini cocok dengan kondisi politik Yunani waktu itu, yang sedang diperintah oleh seorang tiran.

Untuk pandangan terhadap sebuah negeri juga bisa di rumuskan secara Phytagoras. Penguasa dianggap sebagai hipotenusa sebuah segitiga siku-siku yang kalau dipangkatkan, kekuasaannya sama dengan jumlah kwadrat kedua sisi yang lain. Berkat perpaduan kedua sisi lainnya itulah sisi miring atau raja memiliki sudut kekuasaan paling besar. Lalu sisi yang tergeletak di bawah adalah penonton atau rakyat, yang kepala dan kakinya dipakai pijakan sisi miring dan sisi tegak. Sisi tegak itu adalah para pembantu atau tim sukses penguasa, yang juga bermain dalam kekuasaan saat junjungannya naik tahta.

Artinya, bila para pembantunya makmur, penguasa akan lebih makmur, tapi sayang rakyat yang disisi bawah makin terjepit dan tertindas. Padahal hakekat rumus Phytagoras dapat sebaliknya, dengan memberikan kemakmuran atau kesejahteraan rakyat, sang penguasa juga turut makmur, tapi apakah para tim sukses rela? Anda bayangkan sendiri negeri kita dengan rumus Phytagoras ini, kira-kira sisi tegak dan sisi bawah lebih panjang yang mana ya?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s