pns dngn mryang gmbira…

kisah kasih PNS ceria

The Holiday : Jakarta Kaya Raya Desember 21, 2011

Filed under: Blog Ndableg! — kringetdingin @ 3:42 pm
Tags: , , ,

Originally posted on Saturday, 26 July 2008 at 19:22

==

Setelah successfully resign dari The Beat, saya langsung meliburkan diri ke Jakarta, hal yang agak aneh, karena rata-rata orang Jakarta yang meliburkan diri ke Bali.. lihat saja sahabat saya Ninis, sepertinya dia berharap bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Bali saat liburan nya kemaren, ya kan, bu?😉

At one point I felt a littles stressed out with Bali. (Sebenernya banyak kok yang stress kerja di Bali, cuma mereka tetap memilih untuk tinggal di Bali)
Bahkan teman saya, Iway merasa saya aneh, karena jarang ada kasus orang stress karena kelamaan tinggal di Bali yang penuh dosa ini.
Yang ada orang terlalu betah tinggal di Bali sampe males banget pergi/balik/pulang ke Jakarta. (hayo tunjuk tangan!!)

Dan seperti yang saya perkirakan, Jakarta tidak berubah, masih tetap sebagai kota metropolitan yang sadis. Yang sangat menyiksa saya sebagai wanita biasa-biasa saja.

Dimulai dengan minggu pertama saya di Jakarta dan dipanggil interview oleh sebuah perusahaan majalah yang sangat ternama (saya tidak akan menyebutkan nama perusahaan, krn banyak teman2 saya yg bekerja disitu). Setelah dua kali interview yang penuh dengan pelecehan terhadap diri saya, seperti secara blak-blak an mengatakan saya gendut, tidak stylish, tidak fun enough( walaupun fun itu menurut saya relatif), dan alasan yang sangat tidak senonoh untuk diucapkan oleh sorang wanita sekelas dia, bahwa saya sudah menikah jadi tidak pantas bekerja di majalah tersebut. Akhirnya saya pun tidak berharap untuk bergabung lagi. Diskriminasi berdasarkan status. Ini status saya menikah, bagaimana kalau janda, atau tinggal serumah tanpa menikah dengan lawan jenis? Sebetulnya apa urusan mereka ya??

Menurut Ninis, orang yang sudah menikah prioritas nya sudah beda… mungkin mereka tidak akan spending more money on trying to find who they really am… beda kalau yg msh single, mereka lebih eager untuk mencoba hal2 baru yang ‘Fearless’. Saya sih udah gak segila itu mungkin… sekarang saya sudah lebih menghitung dari segi ekonomis dari segala hal. Dibilang dewasa, mungkin tidak juga.. cuma lebih perhitungan… lebih berfikir apa yang penting apa yg tidak penting, da seberapa besar nilai investasi nya ke saya.
Contoh: Bungee Jumping kalau saya harus bayar, itu tidak penting dan buang uang. Tidak ada yg mencap saya fearful kalau saya tidak pernah bungee jumping. Tapi kalau ada yang bayarin, itu lain cerita.. itu namanya kesempatan.

Ngomongin gendut juga, saking banyak nya klinik tempat menguruskan diri di Jakarta, saya agak menyesal tidak mencoba menjadi kurus dalam waktu sebulan kemarin🙂 Apalagi saya tidak sempat peeling/scrubbing atau apalah biar jadi putih di Erha (ini kata adik saya Tracy yg msh SMA tapi perawatan kulitnya harus di Erha)

Bukan di Jakarta namanya kalau tidak menjadi kaum yang konsumtif.
Lagi pula seumuran saya ini sudah masuk pada klasifikasi eksekutif muda kalau suami saya lebih suka term ‘legislatif muda’. Kalau mau bertanya ttg being an es-mod and konsumtif… saya rasa beberapa orang2 yang saya tag ini bisa dengan panjang lebar menjelaskan😉

Ngopi2 di Starbucks? Coffee Bean? Itu sudah menjadi kewajiban saya tiap sore. Nggak tau kenapa, kalau mau ketemu teman… atau cuma pingin duduk2 ngaso setelah shopping like a maniac, sepertinya emang cocok kalau nongkrong di warung kopi kelas dunia hahaha🙂
Gak cocok sepertinya kalau bawa-bawa kantong belanja dari Nine West, Jimmy Choo, Braun Buffel, LV (ini merek favorite mami saya), dsb kl nongkrongnya di food court.
Harus naikin standard, biar terlihat keren.
Ke mal pun harus dandan, pake baju rapih, sandal high heel, tas yang matching, dsb… Kalo kayak gini, jalan nya bisa pegel2…
Tapi seperti kata adik saya Nane, “Beauty is painful, and no pain no gain.”
Typical Jakarta woman, I guess… (Eksekutif muda, penuh gairah, fresh graduate dari universitas negri paling ternama di Indonesia.)
Correct me if I’m wrong, kita ini kan ke pasar bukan ke kondangan??
Dengan anugrah credit card dari bank2 yang memungkinkan kita untuk membeli tanpa harus tersedia uang cash, apapun bisa digesek, masalah lecet? itu belakangan. (itu berlaku untuk saya, at least…)

Macet di jalan? biasa banget sih? “Jangan kayak orang norak deh, Jakarta emang macet kaleee…” Wah wah… katanya makin banyak rakyat miskin, tapi mobil makin banyak aja. Harga BBM makin tinggi, juga gak ada pegaruh nya… kita kan orang berduit… sudah sewajarnya beli BBM tanpa subsidi… jadi naik harga BBM.. yaah seluruh dunia juga naik…
“Jangan kayak orang susah deh, beli donk BBM yang gak disubsidi” itu quote yang menurut saya paling masuk di akal saat ini, dan langsung akan disetujui oleh kawan saya Bange yg kerja di Pertamina :-))

Untungnya saya sempet bisa berjalan-jalan ke Medan dan Palembang, jadi saya tidak harus selalu menjadi konsumtif di Jakarta, tapi jadi konsumtif di Medan dan di Palembang hahahaha :-))

Karena awal mula alasan ke Jakarta adalah untuk ikutan test masuk S2, jadilah saya mengikuti S2. Wah, senang sekali rasanya bisa balik ke Depok, setelah bertahun2 saya berjanji tidak akan kembali lagi ke tempat terkutuk itu, karena mengingatkan saya pada masa2 durjana dimana saya masih menjadi mahasiswi bermasalah :-))

Ternyata penyakit Jakarta udah merambah ke Depok juga, ya iya laah.. kan sebelahan… dengan adanya mal-mal yg berderet sepanjang jl Margonda, sepertinya wajar donk kalau jalanan yg dulu nya udah macet banget, sekarang jadi AMAT SANGAT SUPER MACET BANGET SEKALI.
Bahkan Rio Pranoto pun yang dulunya sangat bangga dengan Depok (walaupun tidak menjadi bagian dari Jakarta dan selalu di anggap daerah pinggiran) sekarang sudah mengeluh dan memilih untuk tidak mengendarai kendaraan pribadi karena tidak mungkin bisa tidur sambil berkendara. Kecuali teman saya Adit, yang semakin gaya aja dia dengan mobil baru nya… sepertinya gak masalah kalau tetep harus tinggal di Depok, semakin lama di mobil semakin asyik, bisa tebar2 pesona mungkin kalau lewat kampus2 yang bertebaran sepanjang Lenteng Agung.

Ngomongin berkendara, orang yang paling mebuat saya mual, pusing, dan jantungan setiap naik mobil adalah adik saya, Dipo. (hanya terjadi kalau dia yang menyetir). Hobinya adalah menggerung-gerungkan gas, zig zag, membunyikan klakson dengan berbagai macam gaya (kadang putus2 pendek, kadang panjang nonstop, kadang panjang pendek panjang pendek, dsb), ngebut, pindah-pindah jalur, tidak menjaga jarak (sudah pasti lah), dan marah setiap ada yang menyalip.
Awal mulanya memang dia yg belajar nyetir paling duluan di rumah, tapi ternyata pengalaman lama menyetir tidak berbanding lurus dengan kenyamanan yang diberikan. Ditambah lagi kalau dikasih tau akan marah, apalagi kalau dimarahin. Bisa habis kita dimaki-maki. A real Jakarta driver.

Tentu saja, kadang saya memilih untuk di rumah saja, termasuk saat saya memotret anak dari sahabat saya, Telly. Saya minta dia datang ke rumah saya saja. Saya gak nyangka kalau Telly akan datang dengan seluruh keluarganya.. wahhh seneng banget bisa akhirnya ketemu teman lama beserta seluruh keluarga nya udah sekitar 14 tahun-an gak ketemu, dan pas ketemu masing-masing dari kita udah punya anak🙂

Ngomongin anak, Enzo telah terbiasa memakan Burger King. Dia bukan lah anak yang suka makan burger. Saya sudah mencoba memberikan dia berbagai macam burger, mulai dari McD sampai Hard Rock’s dia gak suka. Entah kenapa dia bisa menghabiskan 1 junior whopper sendirian. Sekarang saya kelabakan karena di Bali gak ada Burger King.

Sulit rasanya untuk kabur dari this demanding city, gimana juga, saya harus balik ke Jakarta untuk meneruskan kuliah (btw, saya diterima di program S2 yang saya inginkan), sangat sangat ingin meneruskan kuliah, dan kendala terberat adalah “Living in Jakarta”.
Kota yang sadis, tapi ngangenin.

Dan ketika saya kembali ke Bali, seperti berlibur lagi rasanya…
Lho, tapi kan tadi saya berlibur ke Jakarta bukan???
Yah biarlah… hidup saya ini emang harus penuh dengan l/hiburan.🙂

==
Comments:

Yuvinta Riandisty:
sedikit komentar ttg “majalah wanita ternama ibukota”… gw juga mengalami pelecehan yang sejenis! komentar2 ga sopan ttg penampilan dari ujung rambut sampe ujung kaki, padahal yg komen sama sekali ga sadarkan diri akan rupanya >__<.. itu dia nyari2 alesan aja deh kayanya, udah nikah kek, janda kembang kek, perawan tua kek, SMUA juga salah kalo udah ada sesuatu yg mereka ga suka dari kita.. hahaha… sabar ya bu😛

Rio Pranoto:
walaupun gw gak mendapat perlakuan semena-mena dari majalah ternama tersebut…. tapi hingga kini nasib gw gak jelas…. jadilah gw udah gak berharap lagi dari mereka.

Depok semakin parah… macetnya menjadi-jadi…. gw pernah anterin abang ke Pasar Minggu pada jam5.30 pagi utk naik damri…. gw cukup syok melihat jalanan dari Depok ke Pasar Minggu pada jam segitu udah padat…. gw lebih suka naik kendaraan umum daripada kendaraan pribadi walaupun gw punya kendaraan pribadi…. walaupun sama-sama terkena macet setidaknya gw bisa baca buku atau pun tidur, yang mana susah dilakukan apabila membawa kendaraan pribadi…

Biyung Nana:
ow pantesan tiap beberapa bulan sekali selalu ada iklan loker nya..

*komen sok teu*

Telisa Sudibyo:
liburan oh liburan… jadi pengen liburan…
miii… keterima ya? selamat yaaa… asyeeekk deh aw~

Erfan MK:
Emang sebaiknya orang harus terbiasa berjalan-jalan _dalam rangka liburan tentunya_ karena dengan berjalan ke tempat baru dan dengan suasana liburan biasanya membuat pikiran kembali tercerahkan. Ganti tempat ganti suasana, penting untuk tidak cepet bosan. Apalagi untuk orang yang gampang bosenan. Jadi bersuasanalah liburan selalu anywhere you are.

Rafita Firkananda:
setuju sih, emang perlu liburan ke tempat2 menghibur biar ga penat sm kerjaan.. tapi jakarta is a silly choice! it's such a dead end!
kalo buat S2, UI is the best place.. but for spending holiday, NO WAY man! but having a trip to Bali & Lombok to catch up deadlines is also shitty!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s