pns dngn mryang gmbira…

kisah kasih PNS ceria

Branding Satker Februari 3, 2014

Tadi pagi, saya mendampingi bos menerima tamu dari universitas, rencananya ada 5 orang mahasiswa jurusan teknik kimia yang akan dititipkan untuk magang di satker saya. Dosen pembimbing yang mengantar mereka pun memberikan kata pengantar, dan berulang kali beliau mengatakan PT. B*r*st*nd (nama satker saya), saya pun berulang kali nahan ketawa. Sampai saya menerima surat berita acara, tertulislah disitu PT. B*r*st*nd, dan bos saya pun sudah nyengir dengan manisnya, dan beliau pun menjelaskan kalau satker kami adalah kantor pemerintahan, bukan BUMN, bukan pula persero, sudah lama berdiri, dsb dsb….

Ini bukan pertama kalinya saya mendengar satker saya disebut PT. Setiap saya minta print faktur, saya harus dengan susah payah menuliskan nama satker saya, dan harus menjelaskan kalau tidak usah pakai PT. Belum lagi salah tulis jadi Mbak R*st*nd, atau Barista (double latte please…) atau setiap saya bilang Balai Riset, selalu ditulis Balai Reset (emangnya komputer pake di reset segala?) *icon tepok jidat* Nah tadi itu baru salah penulisan, kalau salah kantor? Entah deh udah berapa kali temen/sales/kurir nyasar ke kantor dinas perindustrian pemprov. x_x

Untuk sebuah kantor pemerintahan yang berdiri sudah lebih dari 30 tahun, satker saya ini termasuk yang gak terkenal. Entah karena kantor nya kecil (sekarang udah besar), atau emang gak pernah keliatan sepak terjangnya di mata masyarakat. Tapi menurut saya, sekecil apapun satker, harusnya punya semacam strategi branding sehinga satker tersebut dapat dikenal oleh masyarakat. Kan satker saya menawarkan jasa untuk uji laboratorium yang pastinya berguna donk untuk para pelaku industri, jadi harus lebih ngetop.

Di kantor Jakarta, emang ada PusKom yang ngurusin humas dan pemasaran, tapi saya rasa untuk masing-masing satker harusnya dilakukan branding yang lebih serius, gimana juga kan satker-satker kecil pun menghasilkan PNBP.

Mungkin saya mau sedikit sok tau, dan bagi-bagi ilmu dikit (Udah lewat jam kantor, jadi saya boleh donk jadi orang sok pinter hehehe :))

Okay, here it is…

Menurut Teori Kotler, Brand (merk) adalah “nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing.

Branding itu adalah bagian mendasar dari sebuah kegiatan pemasaran. Dalam sebuah organisasi, branding akan diasosiasikan dengan organisasi dan produk-produk yang dihasilkan oleh organisasi tersebut. Asosiasi antara makna dan brand (merk) organisasi, biasanya tercipta oleh adanya kegiatan organisasi tersebut, misalnya kegiatan promosi, kegiatan komunikasi melalui media, atau kegiatan untuk mempromosikan identitas dari brand itu sendiri melalui nama brand logo, dan kemasan.

Kegiatan promosi bisa dilakukan melalui media massa atau melakukan kegiatan yang bersifat promosi, misalnya pameran, bazaar, sosialisasi, atau kegiatan CSR (Coorporate Social Responsibility). Kalau orang sudah merasakan dan mengalami sendiri, maka marketing melalui mulut (word of mouth) bisa jalan dengan sendirinya, tergantung rasa yang didapatkan dari para pelanggan maupun masyarakat pada umumnya.

Untuk promo identitas brand, bisa aja membuat semacam icon atau kemasan yang berbeda. Untuk logo, karena kita adalah kantor pemerintahan, maka logo nya disamakan dengan logo kementerian. Tapi untuk kemasan kan bisa dibuat lebih bagus, misalnya amplop untuk sertifikat dengan disain yang berbeda dan terlihat keren, afterall, klien kita kan kelasnya elite, premium😉

Untuk pembuatan icon.. ah saya gak terlalu ingin membahas ini. Ini sebenarnya bisa sangat berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan dukungan aplikasi animasi yang bejibun, hanya saja saya agak takut kalau ide saya dicuri.. hihi plus saya gak mau dibilang ngerebut kerjaan orang lain😀

Nah, dari situ udah bisa diliat kan kalau branding itu sebenernya semacam main hati dengan pelanggan, kalau main hati, pasti jadi kepikiran… Kalau udah kepikiran baru deh kita maen ke Brand Positioning dimana kita berhasil menguasai benak pelanggan…trus trus jadi top-of-mind. Misalnya, setiap kali saya bilang air mineral, pasti yang sering disebut orang adalah “Aqua”, atau saya bilang odol, yang sering disebut adalah “Pepsodent”. Jadi keren gak sih, kalau misalnya saya bilang Laboratorium Pengujian Limbah, terus pelaku industri Sumsel langsung bilang, “B*r*st**d Industri Palembang” Tapi kayaknya itu masih jauuuuh banget… Tapi gak apalah mimpi dikit, dengan mimpi, hidup lebih berarti #tsaaah #pegangbenderamerahputih #kibar-kibar

Cuma sekedar hints aja, untuk jadi top of mind itu bisa saja, asal memenuhi SALAH SATU kriteria ini; jadi yang pertama, jadi yang terbaik atau jadi yang berbeda.
Silahkan dipilih.

Malem-malem ngeblog serius, lumayan kan jadi cerita pengantar tidur, sapa tau di mimpi dapet ilham untuk memajukan satker tercinta ini😀

branding

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s